LOGO Menhut 2
logo TNLL
3

WEBSITE RESMI BBTNLL

Ikuti juga sosial media kami

Diam bibendum nullam quis, placerat mattis ultrices, rutrum porttitor posuere sit curae amet cubilia quam, ante velit pretium.

Interdum nullam est, aliquam consequat, neque sit ipsum mi dapibus quis taciti. Ullamcorper justo, elementum pellentesque gravida quisque.

Keanekaragaman Fauna Taman Nasional Lore Lindu

Hutan-hutan di Taman Nasional Lore Lindu menjadi habitat bagi beragam satwa liar khas Sulawesi. Mulai dari mamalia besar, primata kecil yang aktif di malam hari, burung-burung endemik yang langka, hingga berbagai jenis reptil, amfibi, kupu-kupu, dan ikan air tawar hidup berdampingan dalam ekosistem hutan yang masih terjaga. Hingga saat ini tercatat 77 jenis mamalia hidup di kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Beberapa di antaranya merupakan satwa endemik Sulawesi, seperti anoa (Bubalus depressicornis dan Bubalus quarlesi), babirusa Sulawesi (Babyrousa celebensis), tarsius (Tarsius dentatus, Tarsius pumilus, dan Tarsius lariang), monyet boti (Macaca tonkeana), babi hutan Sulawesi (Sus celebensis), kuskus beruang (Ailurops ursinus), kuskus kerdil Sulawesi (Strigocuscus celebensis), serta musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii).

Kekayaan Burung di Lore Lindu

Selain mamalia, Taman Nasional Lore Lindu juga dikenal memiliki keanekaragaman burung yang tinggi. Berdasarkan buku Mengenal Burung di Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi Tengah (Tinulele dkk., 2006), tercatat 208 jenis burung, sementara sumber lain menyebutkan jumlahnya mencapai sekitar 270 jenis. Taman Nasional Lore Lindu menjadi habitat bagi sekitar 80% burung endemik Sulawesi. Beberapa jenis burung yang cukup dikenal antara lain Maleo (Macrocephalon maleo), Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix), Elang Sulawesi (Nisaetus lanceolatus), Kadalan Sulawesi (Phaenicophaeus calyorhynchus), Anis Geomalia (Geomalia heinrichi) dan Taktarau Iblis (Eurostopodus diabolicus). Pada tahun 2014, para peneliti juga mempublikasikan spesies baru yaitu Sikatan Sulawesi (Muscicapa sodhii), yang salah satu spesimennya ditemukan di kawasan Taman Nasional Lore Lindu.

Julang Sulawesi

Sikatan Sulawesi

Amfibi, Reptil, dan Serangga

Keanekaragaman fauna di Lore Lindu juga terlihat dari kelompok herpetofauna (amfibi dan reptil). Survei Balai Besar TN Lore Lindu pada tahun 2021 mencatat 16 jenis amfibi dan 14 jenis reptil. Beberapa di antaranya adalah Kobra Raja (Ophiophagus hannah), Sanca Batik (Malayopython reticulatus), serta beberapa jenis kura-kura seperti kura-kura ambon (Cuora amboinensis) dan Kura-kura Hutan Sulawesi (Leucocephalon yuwonoi).
Serangga juga menjadi bagian penting dari ekosistem kawasan Taman Nasional Lore Lindu, terutama kupu-kupu. Hingga saat ini telah teridentifikasi 64 jenis kupu-kupu, termasuk beberapa spesies endemik Sulawesi. Pada tahun 2024, peneliti juga mencatat keberadaan kupu-kupu Nirvanopsis hypnus, yang masih sangat jarang terdokumentasi di alam liar.

Ikan Air Tawar

Perairan di kawasan Lore Lindu, seperti Danau Lindu dan Telaga Kalimpaa, menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar. Namun beberapa perairan juga telah dipengaruhi oleh ikan introduksi seperti gabus, mujair, ikan mas, dan tawes. Meski demikian, penelitian berhasil menemukan dua spesies baru ikan endemik, yaitu ikan-padi Lindu (Oryzias boneorum) dan ikan-padi Kalimpaa (Oryzias kalimpaaensis). Penemuan ini menunjukkan bahwa ekosistem perairan di Lore Lindu masih menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang tinggi.

Satwa Ikonik Lore Lindu

Upaya Konservasi Satwa

Berbagai jenis satwa di Taman Nasional Lore Lindu menghadapi ancaman seperti perburuan liar, pengambilan telur satwa, serta perubahan habitat. Oleh karena itu, Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu bersama berbagai mitra terus melakukan penelitian, pemantauan populasi, serta pengelolaan habitat satwa. Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan satwa liar, sehingga keanekaragaman fauna Taman Nasional Lore Lindu tetap lestari untuk generasi mendatang.