{"id":6394,"date":"2026-07-20T20:57:00","date_gmt":"2026-07-20T20:57:00","guid":{"rendered":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/?p=6394"},"modified":"2026-07-21T11:14:28","modified_gmt":"2026-07-21T11:14:28","slug":"bbtnll-gelar-konsultasi-publik-dokumen-rpjp-2026-2035-perkuat-komitmen-kolaboratif-pengelolaan-kawasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/2026\/07\/20\/bbtnll-gelar-konsultasi-publik-dokumen-rpjp-2026-2035-perkuat-komitmen-kolaboratif-pengelolaan-kawasan\/","title":{"rendered":"BBTNLL Gelar Konsultasi Publik Dokumen RPJP 2026\u20132035: Perkuat Komitmen Kolaboratif Pengelolaan Kawasan"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"936\" height=\"317\" src=\"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Konsultasi-Publik-RPJP-TNLL-2026-2035-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6396\" srcset=\"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Konsultasi-Publik-RPJP-TNLL-2026-2035-1.png 936w, https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Konsultasi-Publik-RPJP-TNLL-2026-2035-1-300x102.png 300w, https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Konsultasi-Publik-RPJP-TNLL-2026-2035-1-768x260.png 768w\" sizes=\"(max-width: 936px) 100vw, 936px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Palu, 20 Juli 2026 &#8211; Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) menyelenggarakan Konsultasi Publik Dokumen Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) TNLL Tahun 2026\u20132035 pada Senin (20\/7\/2026) di Hotel Best Western Coco Plus Palu. Kegiatan dilaksanakan secara <em>hybrid<\/em>, dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, Akademisi, Tokoh Adat serta pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam pengelolaan kawasan TNLL.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sambutannya, Kepala BBTNLL Agus Arianto, S.Hut., menyampaikan bahwa penyusunan RPJP TNLL Tahun 2026\u20132035 merupakan amanat pengelolaan kawasan konservasi yang bertujuan mewujudkan tata kelola kawasan yang efektif, adaptif, kolaboratif dan berkelanjutan. Dokumen ini disusun secara partisipatif sebagai pedoman pengelolaan kawasan selama sepuluh tahun ke depan dengan mengakomodasi kebijakan nasional, daerah serta aspirasi masyarakat dan para pihak. Beliau menegaskan bahwa TNLL bukan hanya merupakan kawasan konservasi yang memiliki nilai keanekaragaman hayati tinggi, tetapi juga merupakan penyangga sistem hidrologi, penyimpan karbon, kawasan budaya masyarakat adat dan rumah bagi warisan megalitikum dunia. Oleh karena itu, keberhasilan pengelolaannya tidak dapat dilakukan oleh BBTNLL sendiri, melainkan memerlukan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui forum konsultasi publik ini, Kepala BBTNLL mengajak seluruh peserta untuk memberikan masukan yang konstruktif guna menyempurnakan substansi Dokumen RPJP serta membangun komitmen bersama dalam menjaga kelestarian TNLL.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"940\" height=\"738\" src=\"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Konsultasi-Publik-RPJP-TNLL-2026-2035-2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6397\" srcset=\"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Konsultasi-Publik-RPJP-TNLL-2026-2035-2.png 940w, https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Konsultasi-Publik-RPJP-TNLL-2026-2035-2-300x236.png 300w, https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Konsultasi-Publik-RPJP-TNLL-2026-2035-2-768x603.png 768w\" sizes=\"(max-width: 940px) 100vw, 940px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rangkaian kegiatan konsultasi publik meliputi pemaparan materi oleh narasumber dari Perwakilan Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah Joice Evelyn Ariesabeth, S.IK., M.Si &nbsp;dan Kepala Bidang BBTNLL Yulius Palita S.Hut.T, <em>Focus Group Discussion<\/em> (FGD) yang dibagi menjadi 2 kelompok dan perumusan rekomendasi. Selama diskusi berlangsung, para peserta memberikan berbagai masukan terkait penguatan masyarakat adat, tata kelola kolaboratif, penyelesaian konflik tenurial, pengembangan jasa lingkungan, penguatan kelembagaan, serta sinkronisasi RPJP dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan hasil FGD, forum menghasilkan sembilan poin kesimpulan sebagai rekomendasi penyempurnaan Dokumen RPJP TNLL Tahun 2026\u20132035, yaitu untuk:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengoptimalkan pranata sosial dan kearifan lokal sebagai modal sosial dalam pengelolaan sumber daya alam, pencegahan pelanggaran dan penyelesaian konflik di tingkat lokal.<\/li>\n\n\n\n<li>Penguatan peran masyarakat adat sebagai bagian dari tata kelola kolaboratif TN Lore Lindu.<\/li>\n\n\n\n<li>Mendorong tata kelola multipihak yang melibatkan BBTN Lore Lindu, masyarakat adat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pengelolaan kawasan.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengakomodasi keberagaman kondisi masyarakat adat dengan pendekatan yang adaptif, mengingat kapasitas kelembagaan adat dan tingkat implementasi aturan adat berbeda antar desa penyangga.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengintegrasikan mekanisme penyelesaian pelanggaran berbasis adat sebagai bagian dari penegakan hukum berjenjang sepanjang nilai-nilai adat tersebut masih berlaku dan dipatuhi oleh komunitas tanpa mengesampingkan penegakan hukum positif.<\/li>\n\n\n\n<li>Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penguatan masyarakat adat melalui kebijakan, fasilitasi, pengakuan, dan pemberdayaan kelembagaan adat.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengembangkan tata kelola kolaboratif berbasis peran serta dengan memperkuat forum multipihak yang permanen sebagai wadah koordinasi, sinergi, pembagian peran, pengambilan keputusan, dan pengawasan bersama dalam pengelolaan sumber daya alam TN Lore Lindu secara inklusif, berkelanjutan, dan akuntabel.<\/li>\n\n\n\n<li>Memperkuat mekanisme penyelesaian konflik tenurial melalui koordinasi lintas sektor dengan mengintegrasikan verifikasi status kawasan bersama BPN, penataan batas, penyelesaian kawasan terbangun di dalam kawasan konservasi, TORA, revisi tata ruang, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari strategi resolusi konflik yang berkeadilan dan berkelanjutan.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengembangkan mekanisme insentif bagi masyarakat adat yang menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam secara lestari melalui pengakuan hak komunal atas pemanfaatan tradisional, pemberian akses legal terhadap kawasan untuk pemanfaatan yang sesuai dengan fungsi konservasi (seperti jasa lingkungan, hasil hutan bukan kayu, dan tumbuhan obat tradisional), serta skema penghargaan berbasis kinerja konservasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen terhadap pelestarian TN Lore Lindu.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"935\" height=\"316\" src=\"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Konsultasi-Publik-RPJP-TNLL-2026-2035-3.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6398\" srcset=\"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Konsultasi-Publik-RPJP-TNLL-2026-2035-3.png 935w, https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Konsultasi-Publik-RPJP-TNLL-2026-2035-3-300x101.png 300w, https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Konsultasi-Publik-RPJP-TNLL-2026-2035-3-768x260.png 768w\" sizes=\"(max-width: 935px) 100vw, 935px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh perwakilan pemangku kepentingan yang hadir melaksanakan penandatanganan Berita Acara Hasil Konsultasi Publik Dokumen RPJP TNLL Tahun 2026\u20132035 sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung penyempurnaan dokumen RPJP serta penguatan pengelolaan TNLL yang kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penanggung jawab berita:<br>Kepala Bagian Tata Usaha, Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Website : https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/<br>Youtube : Balai Besar TN Lore Lindu<br>Facebook : Taman Nasional Lore Lindu<br>Instagram: bbtn_lorelindu<br>Tiktok : https:\/\/www.tiktok.com\/@bbtn_lorelindu<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Palu, 20 Juli 2026 &#8211; Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) menyelenggarakan Konsultasi Publik Dokumen Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) TNLL Tahun 2026\u20132035 pada Senin (20\/7\/2026) di Hotel Best Western Coco Plus Palu. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, Akademisi, Tokoh Adat serta pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6395,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-6394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"blocksy_meta":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6394"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6394\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6399,"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6394\/revisions\/6399"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}