{"id":4883,"date":"2025-05-16T00:14:00","date_gmt":"2025-05-16T00:14:00","guid":{"rendered":"http:\/\/172.16.3.64\/?p=4883"},"modified":"2026-04-26T06:17:31","modified_gmt":"2026-04-26T06:17:31","slug":"exit-meeting-hasil-kunjungan-lapangan-monev-eksternal-project-fp-iii-sulawesi-tahun-buku-2017-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/2025\/05\/16\/exit-meeting-hasil-kunjungan-lapangan-monev-eksternal-project-fp-iii-sulawesi-tahun-buku-2017-2025\/","title":{"rendered":"Exit Meeting Hasil Kunjungan Lapangan Monev Eksternal Project FP III Sulawesi Tahun Buku 2017 &#8211; 2025"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jumat, 16\/05\/2025 Bertempat di ruang rapat Kantor Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu diselenggarakan Exit Meeting hasil kunjugan lapangan monev eksternal Project FP III Sulawesi. Rapat kali ini dipimpin oleh Kepala Bidang Teknis Konservasi. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kegiatan FP III Sulawesi merupakan kegiatan strategis yang mendukung pengelolaan Kawasan TNLL dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada kesempatan ini, Aksioma Amerta Bumi selaku Konsultan Tim Monev menyampaikan bahwa salah satu kegiatan unggulan yang berhasil diterapkan adalah Join SMART Patrol menggunakan aplikasi SIMRELI, inovasi digital yang dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan pelaporan di Kawasan Konservasi. Kegiatan Join SMART Patrol telah melampaui target capaian area terjelajah lebih dari 30%. Kegiatan Patroli yang melibatkan masyarakat juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pengelolaan kawasan konservasi merupakan suatu hal yang sulit dan memerlukan kolaborasi multipihak.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"940\" height=\"788\" src=\"http:\/\/172.16.3.64\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Exit-Meeting-Monev-Eksternal-FP-III-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4885\" srcset=\"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Exit-Meeting-Monev-Eksternal-FP-III-1.png 940w, https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Exit-Meeting-Monev-Eksternal-FP-III-1-300x251.png 300w, https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Exit-Meeting-Monev-Eksternal-FP-III-1-768x644.png 768w\" sizes=\"(max-width: 940px) 100vw, 940px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada laporan hasil sementara Tim Monev menunjukkan bahwa BBTNLL telah memenuhi sebagian besar indikator output dan outcome program. Meskipun demikian, disarankan agar kedepan BBTNLL dapat memperkuat integrasi program dengan rencana jangka panjang TNLL, mengoptimalkan dukungan kelembagaan lokal seperti LPKD dan KTH, meningkatkan akses masyarakat terhadap pelatihan pasca-program, memanfaatkan potensi riset dan teknologi lebih lanjut dalam konservasi, membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pihak terkait untuk melanjutkan hal \u2013 hal baik dan peluang kerjasama dalam pengelolaan Kawasan TN Lore Lindu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber : Humas Balai Besar TN Lore Lindu<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat, 16\/05\/2025 Bertempat di ruang rapat Kantor Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu diselenggarakan Exit Meeting hasil kunjugan lapangan monev eksternal Project FP III Sulawesi. Rapat kali ini dipimpin oleh Kepala Bidang Teknis Konservasi. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kegiatan FP III Sulawesi merupakan kegiatan strategis yang mendukung pengelolaan Kawasan TNLL dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4884,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-4883","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"blocksy_meta":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4883","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4883"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4883\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4886,"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4883\/revisions\/4886"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbtnlorelindu.ksdae.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}